Pendahuluan
Pertumbuhan penduduk semakin cepat, mendorong
pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek social, ekonomi,
politik,dan sebagainya. Denagn adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan
tersebut, maka bertambalah system mata pencarian hidup dari homogen menjadi
kompleks.
Berbeda dengan mahluk lain, manusia mempunyai
kelebihan dalam kehidupan, manusia dapat memanfatkan dan mengembangkan akal
budinya
Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah
mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
B.Pertumbuhan
Penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang
penting dalam masaslah social ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya.
Karena disamping pengaruh terhadapa jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh
terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.
Misal : denan bertambahnya penduduk berarti pula harus
bertambah pula persediaan bahan makanan,perumahan,kesempatan kerja,jumlah
Gedung,sekolha, dan sebagianya.
Disamping itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat
diimbangi dengan pertambahan fasilitas di atas akan menimbulkan masalah-maslah
Misalnya akan bertambah tingginya angka pengangguran, semakin meningkat tingkat
kemiskinan,banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung serta timbulnya
berbagai kejahatan atau kriminalitas lain.
Adapun perkembangan
jumlah penduduk dunia sejak tahun 1830 sampai sekarang dan perkiraan sampai
tahun 2006 adalah sebagai berikut :
Kalau dilihat dari tabel di atas
pertumbuhan penduduk makin cepat.
Penggadaan penduduk
(double population) jangka waktunya makin singkat. Penggandaan penduduk
tersebut dapat dilhat pada table berikut:
Jumlah Penduduk
Di Negara Maju
|
|||
Negara
|
Angka
Kematian
|
Angka
Kelahiran
|
Penduduk(juta)
|
Jepang
|
9,38
|
8.07
|
-1.31
|
Amerika
Serikat
|
8.38
|
13.83
|
5.45
|
Singapur
|
4.80
|
8.65
|
3.85
|
Perancis
|
8.65
|
12.43
|
3.78
|
Inggris
|
9.33
|
12.34
|
3.01
|
Jerman
|
11.29
|
8.42
|
-2.87
|
Belanda
|
8.78
|
10.30
|
1.52
|
Canada
|
7.87
|
10.28
|
2.41
|
Italia
|
10.10
|
8.84
|
-1,28
|
Brunei
|
3.32
|
18.00
|
14.68
|
Rusia
|
13.69
|
11.6
|
-2.09
|
Korea
selatan
|
6.15
|
8.72
|
2.57
|
Australia
|
6.81
|
12.39
|
5.58
|
China
|
6.89
|
12.17
|
5.28
|
Spanyol
|
8.72
|
10.91
|
2.19
|
Jumlah Penduduk Di Negara Berkembang
|
|||
Negara
|
Angka Kematian
|
Angka Kelahiran
|
Penduduk(juta)
|
Indonesia
|
6.25
|
18.45
|
12.17
|
Malaysia
|
4.92
|
21.41
|
16.49
|
Brazil
|
6.35
|
18.11
|
11.76
|
Viatnam
|
5.97
|
17.29
|
11.32
|
Filipina
|
5.06
|
25.68
|
20.62
|
India
|
7.53
|
21.34
|
13.81
|
Kamboja
|
8.19
|
25.58
|
17.21
|
Israel
|
5.45
|
19.51
|
14.06
|
Laos
|
8.28
|
26.57
|
18.29
|
Thailand
|
6.47
|
13.01
|
6.54
|
Mexico
|
4.83
|
19.39
|
14.56
|
Turkey
|
6.11
|
18.28
|
12.17
|
Afrika tengah
|
15.30
|
36.79
|
21.49
|
Peru
|
6.13
|
19.00
|
12.87
|
Nepal
|
6.89
|
22.43
|
15.54
|
Penambahan/pertambahan
penduduk di suatu tempat daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh
faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.
Kelahiran
(Fertilitas)
2.
Kematian
(mortalitas)
3.
Perpindahan
(migrasi)
Penambahan/pertumbuhan
penduduk di suatu daerah atau negara:
1.
Kelahiran (Fetilitas)
Kelahiran
adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan
hidup, atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang nyata
dari fekunditas seorang wanita. Berikun ini penjelasan mengenai pengukuran
fertilitas:
A.
Pengukuran
Fasilitas Tahunan
1.
Tingkat fertilitas
kasar (crude birth rate) adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun
tertentu tiap 1000 penduduk.
2.
Tingkat
fertilitas umum (general fertility rate) adalah jumlah kelahiran hidup per-1000
wanita usia reproduksi (usia 14-49 atau 14-44 tahun) pada tahun tertentu.
3.
Tingkat
fertilitas menurut umur (age specific fertility rate) adalah perhitungan
tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
4.
Tingkat
ferlititas menurut ukuran urutan penduduk (birth order specific fertility rates)
adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi oleh wanita pada
umur dan tahun tertentu.
B. Pengukuran
fertilitas komulatif
1. Tingkat fertilitas total adalah jumlah
kelahiran hidup laki-laki dan perempuan jumlah tiap 1000 penduduk yang hidup
hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang
meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya dan tingkat fertilitas menurut
umur tidak berubah pada priode waktu tertentu.
2. Gross reproduction rates adalah jumlah kelahiran
bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan
tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa produksinya.
·
Rumus dalam angka kelahiran
Tingkat kelahiran dari suatu populasi
adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun (source : http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkat_kelahiran)
Ada
dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan.
a.
Facundity (kesuburan)
Lebih
diartikan sebagain kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.
Fertility (fertilitas)
Jumlah
kelahiran hidup seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah
kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak,
berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan sebagainya.
Tingkat
Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu
daerah pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumus
CBR = B/RM . K
B =
Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm =
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K =
Konstanta (1/000)
Angka
Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR) adalah angka yang menunjukan jumlah
kelahiran per 1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini
diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif/subur (15-49 tahun)
Rumus
:
BGRF = B/Fm (15-49 tahun)
. K
B
= Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm =
Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K
= Konstanta (= 1.000)
Di
Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan
jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga :
GFR =
2985/23530 . 1000 = 127
GFR
untuk beberapa negara adalah :
Thailand
234,8
Brunai
234,4
Swedia
61,2
Jepang
62,2
Tingkat
Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASRF)
ASRF
menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam
kelompok umur 15-49 tahun.
Rumus
:
ASRFi = B1/Fmi .K
B1 = Jumlah
kelahiran dari wanita kelompok 1 tahun.
Fmi = Jumlah
penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K
= Konstanta (=1.000)
2.
Kematian(Mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian.
Akan tetapi di sini hanya dijelaskan 2 jenis tingkat :
A. Tingkat Kematian Kasar (Crude
Death Rate / CDR)
B.
Banyaknya orang yang
meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
Secara dinyatakan tiap 1.000 orang
C.
Angka kematian kasar
terdiri atas tiga golongan, yaitu:
D.
a) Golongan rendah,
apabila jumlah mortalitasnya kurang dari 13.
E.
b) Golongan sedang,
apabila jumlah mortalitasnya antara 14 – 18.
F.
c) Golongan tinggi,
apabila jumlah mortalitasnya lebih dari 18.
G.
Rumus :
H.
CDR = D/Pm . K
I.
D = Jumlah kematian
J.
PM = jumlah penduduk per pertengahan tahun
K.
K =
Konstanta = 1.000
L.
Jadi jumlah penduduk
yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan Juni.
M.
Penduduk pertengahan
tahun ini dapat dicari dengan rumus :
N.
1. Pm = ½ (P1 +
P2)
O.
2. Pm = P1 + (P2 –
P1)/2
P.
3. Pm = P2 – (P2 –
P1)/2
Q.
Pm = jumlah penduduk
pertengahan tahun
R.
P1 = jumlah penduduk pada awal tahun
S.
P2 = jumlah penduduk pada akhir tahun
B.
Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Menunjukkan banyaknya orang yang
meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada
usia tertentu dalam setahun. Biasanya angka ini
sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah.
Rumus
:
ASDRi = Di/Pmi
. K
Di =
Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah
penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K
= Konstanta ( = 1.000)
3. Migrasi
Migrasi
merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan
penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat
nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional,
dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen
disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke
tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan
untuk menetap.
Jenis-jenis
Migrasi
A. Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
1.
Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
2.
Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
3.
Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
B. Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
1.
Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
2.
Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
3.
Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
4.
Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
(source Jenis-jenis Migrasi : http://pengantarilmu-mujahid.blogspot.com/2011/12/macam-macam-migrasi.html)
Akibat
Migrasi
#Dampak
Positif Imigrasi
1.
Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari para imigrasi asing,terutama
Negara maju yang bekerja di Indonesia.
2.
Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat proses pembangunan karena para
imigran tersebut menanamkan modalnya di berbagai bidang seperti industri,
pertambangan, perkebunan, dan sebagainya.
3.
Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia yang
diharapkan dapat berjalan dengan baik.
4.
Bertambahnya rasa solidaritas antarbangsa. Adanya orang-orang asing yang
tinggal di Indonesia, akan memudahkan kita untuk bergaul dan mengenal mereka
secara langsung sehingga timbul suatu rasa kebersamaan dengan mereka.
5.
Berkurangnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara asal
para imigran.
#
Dampak Negatif Imigrasi
1.
Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa , bila daya
tangkal didalam negeri lemah, dapat merusak budaya kita. Contohnya , pergaulan bebas
yang merupakan budaya barat , telah banyak dicontoh oleh masyarakat kita ,
kususnya generasi muda . Pada hal budaya tersebut tidak sesuai dengan budaya
bangsa Indonesia . Untuk mengatasi dampak negatif seperti ini , kita harus
memperkuat budaya bangsa agar tidak terpengaruh budaya luar .
2.
Masuknya para imigran yang bertujuan tidak baiseperti pengedar narkoba ,
bertujuan politik , memata ? matai , dan sebagainya . Untuk mengatasi hal
tersebut, diperlukan ketahanan nasional yang tinggi .
3.
Munculnya kecemburuan social antara tenagqa kerja asimg dengan tenaga kerja
dalam negeri . Untuk itu kita harus mampu meningkatkan kemampuan dan
keterampilan bangsa kita sehingga mampu bersaing dengan tenaga asing .
4.
Meningkatnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara
tujuan pra imigran.
(source Akibat Migrasi : http://peperonity.com/go/sites/mview/cherry-cutegirlz/25309788/25330843)
Jenis Striktur Penduduk
1.
Piramida
Penduduk Muda
Menggambarkan
komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Bentuk Piramida Penduduk
Muda
2. Piramida Stationer
Menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematian
rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
Bentuk Puramida Stationer
3. Piramida Penduduk Tua
Menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat
kematian kecil sekali.
Bentuk Piramida Penduduk Tua
Pria
Wanita
Rasio
Ketergantungan (Dependency of ratio)
Adalah
angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum
produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan
umur produksi kerja. Bisa dinyakatak dalam persan (%)
(Source
Ilmu Sosial Dasar: Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje, MKDU ILMU SOSIAL DASAR,
Jakarta, 1996)
Kebudayaan
Dan Kepribadian
Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan
diIndonesia
Zaman Batu Tua
Alat-alat
pada zaman batu tua, baik bentuk atatupun permukaan peralaatan masih
kasar,misalnya kapak genggam. bangsa-bangsa
Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar
ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan,
ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke
Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan
Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Kapak-kapak tersebut
diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan.
Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut tersebar pula Bahasa
Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar
Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena perkembangannya munculah Bahasa
melayu
Ciri-ciri Zaman Batu
Tua:
1.Menetap pada suatu
goa.
2.membentuk kelompok
atau suku
Zaman batu
muda
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki
kepandaian untuk mencairkan/meleburkan logam dari biji besi dan menuangkan ke
dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karna itulah mereka mampu membuat
senajat untuk berburu dan mempertahankan diri.
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung
Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di
Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan
kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
Ciri-ciri Zaman Batu
Muda:
1.mulai menetap dan membuat rumah,
2.membentuk kelompok masyarakat desa,
3.bertani
4.berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan
diIndonesia
Indonesia
ssebagai daerah yang dilalui jalur perdagangan memungkinkan bagi para pedagang India untuk sungguh tinggal
di kota pelabuhan-pelabuhan di Indonesia guna menunggu musim yang baik. Mereka
pun melakukan interaksi dengan penduduk setempat di luar hubungan dagang.
Masuknya pengaruh budaya dan agama Hindu-Budha di Indonesia dapat dibedakan atas
3 periode sebagai berikut.
1.
Periode
Awal (Abad V-XI M)
Pada periode ini, unsur Hindu-Budha lebih kuat dan lebih terasa serta menonjol sedang unsur/ ciri-ciri kebudayaan Indonesia terdesak. Terlihat dengan banyak ditemukannya patung-patung dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan Budha di kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara dan Mataram Kuno.
Pada periode ini, unsur Hindu-Budha lebih kuat dan lebih terasa serta menonjol sedang unsur/ ciri-ciri kebudayaan Indonesia terdesak. Terlihat dengan banyak ditemukannya patung-patung dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan Budha di kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara dan Mataram Kuno.
2.
Periode
Tengah (Abad XI-XVI M)
Pada periode ini unsur Hindu-Budha dan Indonesia Hal
tersebut disebabkan karena unsur Hindu-Budha melemah sedangkan unsur Indonesia
kembali menonjol sehingga keberadaan ini menyebabkan munculnya sinkretisme
(perpaduan dua atau lebih aliran). Hal ini terlihat pada peninggalan zaman
kerajaaan Jawa Timur seperti Singasari, Kediri, dan Majapahit. Di Jawa Timur
lahir aliran Tantrayana yaitu suatu aliran religi yang merupakan sinkretisme
antara kepercayaan Indonesia asli dengan agama Hindu-Budha.
3.
Periode
Akhir (Abad XVI-sekarang)
Pada periode ini, unsur Indonesia lebih kuat dibandingkan
dengan periode sebelumnya, sedangkan unsur Hindu-Budha semakin surut karena
perkembangan politik ekonomi di India. Di Bali kita dapat melihat bahwa Candi
yang menjadi pura tidak hanya untuk memuja dewa. Roh nenek moyang dalam bentuk
Meru Sang Hyang Widhi Wasa dalam agama Hindu sebagai manifestasi Ketuhanan Yang
Maha Esa. Upacara Ngaben sebagai objek pariwisata dan sastra lebih banyak yang
berasal dari Bali bukan lagi dari India.
Masuknya
budaya Hindu-Budha di Indonesia menyebabkan munculnya Akulturasi. Akulturasi
merupakan perpaduan 2 budaya dimana kedua unsur kebudayaan bertemu dapat hidup berdampingan
dan saling mengisi serta tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua
kebudayaan tersebut.
Pengaruh
kebudayaan Hindu hanya bersifat melengkapi kebudayaan yang telah ada di
Indonesia. Perpaduan budaya Hindu-Budha melahirkan akulturasi yang masih
terpelihara sampai sekarang. Akulturasi tersebut merupakan hasil dari proses pengolahan
kebudayaan asing sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Hasil akulturasi tersebut
tampak pada.
a. Bidang Sosial
Setelah masuknya agama Hindu terjadi perubahan
dalam tatanan sosial masyarakat Indonesia. Hal ini tampak dengan dikenalnya
pembagian masyarakat atas kasta.
b.
Ekonomi
Dalam ekonomi tidak begitu besar pengaruhnya pada masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah mengenal pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia.
Dalam ekonomi tidak begitu besar pengaruhnya pada masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah mengenal pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia.
c.
Sistem Pemerintahan
pengaruh
Hindu-Budha masuk maka berdiri Kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang
berkuasa secara turun-temurun. Raja dianggap sebagai keturuanan dari dewa yang
memiliki kekuatan, dihormati, dan dipuja. Sehingga memperkuat kedudukannya
untuk memerintah wilayah kerajaan secara turun temurun.
d.
Bidang Pendidikan
Masuknya Hindu-Budha juga mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan. Sebab sebelumnya masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan. Namun dengan masuknya Hindu-Budha, sebagian masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis, contoh Bahasa dan huruf, yaitu (Sansekerta dan pallawa)
Masuknya Hindu-Budha juga mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan. Sebab sebelumnya masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan. Namun dengan masuknya Hindu-Budha, sebagian masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis, contoh Bahasa dan huruf, yaitu (Sansekerta dan pallawa)
e.
Kepercayaan
Masuknya agama
Hindu-Budha mendorong masyarakat Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha
walaupun tidak meninggalkan kepercayaan asli seperti pemujaan terhadap arwah
nenek moyang dan dewa-dewa alam.
f.
Seni dan Budaya
Pengaruh kesenian India terhadap kesenian
Indonesia terlihat jelas pada bidang-bidang dibawah ini:
i.
Seni Bangunan
ii.
Seni Rupa
iii.
Patung
iv.
Relief
Bersamaan dengan masuk dan
berkembangnya agama Islam, berkembang pula kebudayaan Islam di Indonesia. Unsur
kebudayaan Islam itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan
Indonesia tanpa menghilangkan kepribadian Indonesia, sehingga lahirlah
kebudayaan baru yang merupakan akulturasi kebudayaan Indonesia dan Islam.
Akulturasi kebudayaan Indonesia dan Islam itu juga mencakup unsur kebudayaan
Hindu-Budha. Perpaduan kebudayaan Indonesia dan Islam, antara lain dapat
dilihat sebagai berikut:
Seni Bangunan. Misalnya bangunan makam. Makam sebagai hasil kebudayaan
zaman Islam mempunyai ciri-ciri perpaduan antara unsur budaya Islam dan unsur
budaya sebelumnya, seperti berikut ini;
1.
Fisik Bangunan. Pada makam Islam sering kita
jumpai bangunan kijing atau jirat (bangunan makam yang terbuat dari tembok batu
bata) yang kadang-kadang disertai bangunan rumah (cungkup) di atasnya.
2.
Tata Upacara Pemakaman. Pada tata cara upacara
pemakaman terlihat jelas dalam bentuk upacara dan selamatan sesudah acara
pemakaman.
3.
Penempatan Makam. Dalam penempatan makampun
terjadi akulturasi antara kebudayaan lokal, Hindu-Budha dan Islam. Misalnya,
makam terletak di tempat yang lebih tinggi dan dekat dengan masjid.
·
Bangunan Masjid. Bangunan masjid merupakan
salah satu wujud budaya Islam yang berfungsi sebagai tempat ibadah. Dalam
sejarah Islam, masjid memiliki perkembangan yang beragam sesuai dengan daerah
tempat berkembangnya. Di Indonesia, masjid mempunyai bentuk khusus yang
merupakan perpaduan budaya Islam dengan budaya setempat. Perpaduan budaya pada
bangunan masjid terlihat pada;
1. Bentuk Bangunan. Bentuk masjid di Indonesia, terutama di
pulau Jawa, bentuknya seperti pendopo (balai atau ruang besar tempat rapat)
dengan komposisi ruang yang berbentuk persegi dan beratap tumpang.
2. Menara. Menara merupakan bangunan kelengkapan masjid yang
dibangun menjulang tinggi dan berfungsi sebagai tempat menyerukan azan
3. Letak Bangunan. Dalam ajaran Islam, letak bangunanmasjid
tidak diatur secara khusus. Namun, di Indonesia, penempatan masjid khususnya
masjid agung, diatur sedemikian rupa sesuai dengan komposisi mocopat (yaitu
masjid ditempatkan di sebelah barat alun-alun),
·
Seni Rupa. seni rupa yang berkembang pada awal
penyebaran agama Islam di Indonesia adalah seni kaligrafi. Kaligrafi tersebut
biasanya digunakan untuk menghias bangunan makam atau masjid.
·
Aksara kebudayaan Indonesia dan Islam dalam hal
aksara diwujudkan dengan berkembangnya tulisan Arab Melayu di Indonesia, yaitu
tulisan Arab yang dipakai untuk menulis dalam bahasa Melayu.
·
Seni Sastra Kesasastraan pada zaman Islam
banyak berkembang di daerah sekitar selat Malaka (daerah Melayu) dan Jawa.
Pengaruh yang kuat dalam karya sastra pada zaman Islam berasal dari
Persia.
Wujud akulturasi antara kebudayaan Indonesia
dengan kebudayaan Islam tersebut, antara lain sebagai berikut:
·
Sistem Pemerintahan
Masuknya pengaruh Islam mengakibatkan perubahan struktur pemerintahan
dalam penyebutan raja. Raja tidak lagi dipanggil maharaja, tetapi diganti
dengan julukan sultan atau sunan (susuhunan), panembahan, dan maulana. Pada umumnya
nama raja pun disesuaikan dengan nama Islam (Arab).
·
Sistem Kalender
Wujud akulturasi budaya Indonesia dan Islam dalam sistem
kalender dapat dilihat dengan berkembagnnya sistem kalender Jawa atau Tarikh
Jawa. Sistem kalender tersebut diciptakan oleh Sultan Agung dari Mataram pada
tahun 1043 H atau 1643 M. Sebelum masuknya budaya Islam, masyarakat Jawa telah
menggunakan kalender Saka yang dimulai tahun 78 M.
·
Filsafat
Tasawuf adalah ilmu yang mempelajari tentang orang-orang yang
langsung mencari Tuhan karena terdorong oleh cinta dan rindu terhadap Tuhan.
Tarekat adalah jalan atau cara yang ditempuh oleh kaum sufi
untuk mendekatkan dirinya kepada Allah.
KEBUDAYAAN BARAT
Budaya Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban Barat atau peradaban Eropa), mengacu pada budaya yang berasal Eropa.
Istilah “budaya Barat” digunakan sangat luas untuk
merujuk pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem
politik,artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah
budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
·
Pengaruh budaya Klasik dan Renaisans Yunani–Romawi dalam
hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dariperiode migrasi dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal
tradisi rasionalisme dalam
berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan
termasuk pulapemikiran politik, argumen rasional umum yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang
menentang irasionalitas dan teokrasi.
·
Pengaruh budaya Alkitab–Kristiani dalam
hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi etika atau moral, selama
masa Pasca Klasik.
·
Pengaruh budaya Eropa Barat dalam
hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan tema-tema yang
dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme.
Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat
adalah himpunan sastra, sains, politik, serta
prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya
dari peradaban lain. Sebagian besar
rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan
dalam kanon Barat.[1] Istilah ini juga telah
dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi
atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh
imigran dari Eropa Barat.Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang
unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.[2][3]
Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen,
antara lain dengan adanya pluralisme
politik, berbagai subkultur ataubudaya tandingan penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai
akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.
Dampak
positif yang dapat kita ambil dari kebudayaan barat misalnya:
a)
Kemajuan teknologi mereka (orang-orang barat) yang sudah semakin maju dapat
membantu kita memudahkan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dengan bantuan
alat-alat elektronik canggih yang mereka ciptakan.
b)
Dalam bidang politik, Negara barat cenderung menggunakan system
demokrasi. Hal itu menginspirasikan pemerintahan Negara kita untuk
mengunakan sitem pemerintahan yang terbuka dan demokratis.
c)
Dalam bidang sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir mereka yang baik
seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa barat yang
sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa.
Sedangkan
dampak negatif yang ditimbulkan dari kebudayaan barat diantaranya:
a)
Generasi muda sekarang lebih suka meniru gaya orang-orang barat, misalnya trend
mode berbusana. Anak muda zaman sekarang lebih suka menggunakan barang-barang
eksport dan berbusana yang minim-minim sehingga menyebabkan kurangnya rasa cinta
terhadap produk dalam negeri.
b)
Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku
sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan
kehidupan bangsa.
c)
Pergaulan masyarakat barat yang bebas mulai memengaruhi
budaya Indonesia yang sebelumya lebih beradab.
source:





Komentar
Posting Komentar