Langsung ke konten utama

Pertumbuhan Penduduk, Kebudayaan Kepribadian, Dan Kebudayaan barat

Pendahuluan

Pertumbuhan penduduk semakin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek social, ekonomi, politik,dan sebagainya. Denagn adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambalah system mata pencarian hidup dari homogen menjadi kompleks.

Berbeda dengan mahluk lain, manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupan, manusia dapat memanfatkan dan mengembangkan akal budinya
Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.


 B.Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masaslah social ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena disamping pengaruh terhadapa jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.
Misal : denan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan,perumahan,kesempatan kerja,jumlah Gedung,sekolha, dan sebagianya.
Disamping itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas di atas akan menimbulkan masalah-maslah Misalnya akan bertambah tingginya angka pengangguran, semakin meningkat tingkat kemiskinan,banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung serta timbulnya berbagai kejahatan atau kriminalitas lain.
Adapun perkembangan jumlah penduduk dunia sejak tahun 1830 sampai sekarang dan perkiraan sampai tahun 2006 adalah sebagai berikut :




     Kalau dilihat dari tabel di atas pertumbuhan penduduk makin cepat.
Penggadaan penduduk (double population) jangka waktunya makin singkat. Penggandaan penduduk tersebut dapat dilhat pada table berikut:






Jumlah Penduduk Di Negara Maju
Negara
Angka Kematian
Angka Kelahiran
Penduduk(juta)
Jepang
9,38
8.07
-1.31
Amerika Serikat
8.38
13.83
5.45
Singapur
4.80
8.65
3.85
Perancis
8.65
12.43
3.78
Inggris
9.33
12.34
3.01
Jerman
11.29
8.42
-2.87
Belanda
8.78
10.30
1.52
Canada
7.87
10.28
2.41
Italia
10.10
8.84
-1,28
Brunei
3.32
18.00
14.68
Rusia
13.69
11.6
-2.09
Korea selatan
6.15
8.72
2.57
Australia
6.81
12.39
5.58
China
6.89
12.17
5.28
Spanyol
8.72
10.91
2.19
Jumlah Penduduk Di Negara Berkembang
Negara
Angka Kematian
Angka Kelahiran
Penduduk(juta)
Indonesia
6.25
18.45
12.17
Malaysia
4.92
21.41
16.49
Brazil
6.35
18.11
11.76
Viatnam
5.97
17.29
11.32
Filipina
5.06
25.68
20.62
India
7.53
21.34
13.81
Kamboja
8.19
25.58
17.21
Israel
5.45
19.51
14.06
Laos
8.28
26.57
18.29
Thailand
6.47
13.01
6.54
Mexico
4.83
19.39
14.56
Turkey
6.11
18.28
12.17
Afrika tengah
15.30
36.79
21.49
Peru
6.13
19.00
12.87
Nepal
6.89
22.43
15.54



Penambahan/pertambahan penduduk di suatu tempat daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.      Kelahiran (Fertilitas)
2.      Kematian (mortalitas)
3.      Perpindahan (migrasi)

Penambahan/pertumbuhan penduduk di suatu daerah atau negara:
1.      Kelahiran (Fetilitas)

Kelahiran adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup, atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang nyata dari fekunditas seorang wanita. Berikun ini penjelasan mengenai pengukuran fertilitas:

A.    Pengukuran Fasilitas Tahunan

1.    Tingkat fertilitas kasar (crude birth rate) adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
2.    Tingkat fertilitas umum (general fertility rate) adalah jumlah kelahiran hidup per-1000 wanita usia reproduksi (usia 14-49 atau 14-44 tahun) pada tahun tertentu.
3.    Tingkat fertilitas menurut umur (age specific fertility rate) adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
4.    Tingkat ferlititas menurut ukuran urutan penduduk (birth order specific fertility rates) adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.

B.     Pengukuran fertilitas komulatif
1.      Tingkat fertilitas total adalah jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan jumlah tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya dan tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada priode waktu tertentu.
2.      Gross reproduction rates adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa produksinya.

·         Rumus dalam angka kelahiran
Tingkat kelahiran dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun (source : http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkat_kelahiran)
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya  diterjemahkan sebagai kesuburan.
a. Facundity (kesuburan)
Lebih diartikan sebagain kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b. Fertility (fertilitas)
Jumlah kelahiran hidup seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan sebagainya.
Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumus
CBR = B/RM . K
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1/000)
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR) adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif/subur (15-49 tahun)
Rumus :
BGRF =  B/Fm (15-49 tahun) . K
B   = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K    = Konstanta (= 1.000)
Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga :
GFR = 2985/23530 . 1000 = 127
GFR untuk beberapa negara adalah :
Thailand         234,8
Brunai             234,4
Swedia                61,2
Jepang                62,2
Tingkat Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASRF)
ASRF menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun.
Rumus :
ASRFi = B1/Fmi  .K
B1  = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok 1 tahun.
Fmi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K  = Konstanta (=1.000)


2.      Kematian(Mortalitas)
                 Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan 2 jenis tingkat :

A.      Tingkat  Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR)

B.       Banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang
C.       Angka kematian kasar terdiri atas tiga golongan, yaitu:
D.      a) Golongan rendah, apabila jumlah mortalitasnya kurang dari 13.
E.       b) Golongan sedang, apabila jumlah mortalitasnya antara 14 – 18.
F.        c) Golongan tinggi, apabila jumlah mortalitasnya lebih dari 18.
G.      Rumus :
H.      CDR = D/Pm . K
I.          D = Jumlah kematian
J.         P = jumlah penduduk per pertengahan tahun
K.      K   = Konstanta = 1.000
L.       Jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan Juni.
M.     Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus :
N.      1. Pm = ½ (P1 + P2)
O.      2. Pm = P1 + (P2 – P1)/2
P.        3. Pm = P2 – (P2 – P1)/2
Q.      Pm = jumlah penduduk pertengahan tahun
R.       P1 = jumlah penduduk pada awal tahun
S.        P= jumlah penduduk pada akhir tahun

 

 

B. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah.
Rumus :
ASDRi = Di/Pmi . K
 D = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K   = Konstanta ( = 1.000)

3.      Migrasi
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
Jenis-jenis Migrasi
A. Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
1.     Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
2.     Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
3.     Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara

B. Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :

1.   Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
2.   Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
3.   Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
4.   Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman

Akibat Migrasi
#Dampak Positif Imigrasi
1. Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari para imigrasi asing,terutama Negara maju yang bekerja di Indonesia.
2. Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat proses pembangunan karena para imigran tersebut menanamkan modalnya di berbagai bidang seperti industri, pertambangan, perkebunan, dan sebagainya.
3. Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.
4. Bertambahnya rasa solidaritas antarbangsa. Adanya orang-orang asing yang tinggal di Indonesia, akan memudahkan kita untuk bergaul dan mengenal mereka secara langsung sehingga timbul suatu rasa kebersamaan dengan mereka.
5. Berkurangnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara asal para imigran.
# Dampak Negatif Imigrasi
1. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa , bila daya tangkal didalam negeri lemah, dapat merusak budaya kita. Contohnya , pergaulan bebas yang merupakan budaya barat , telah banyak dicontoh oleh masyarakat kita , kususnya generasi muda . Pada hal budaya tersebut tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia . Untuk mengatasi dampak negatif seperti ini , kita harus memperkuat budaya bangsa agar tidak terpengaruh budaya luar .
2. Masuknya para imigran yang bertujuan tidak baiseperti pengedar narkoba , bertujuan politik , memata ? matai , dan sebagainya . Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan ketahanan nasional yang tinggi .
3. Munculnya kecemburuan social antara tenagqa kerja asimg dengan tenaga kerja dalam negeri . Untuk itu kita harus mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bangsa kita sehingga mampu bersaing dengan tenaga asing .
4. Meningkatnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara tujuan pra imigran.


  
 
Jenis Striktur Penduduk

1.      Piramida Penduduk Muda
Menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
       Bentuk Piramida Penduduk Muda
PRIA                                       WANITA




 








2. Piramida Stationer
Menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
Bentuk Puramida Stationer
                  Pria                       Wanita
 









3. Piramida Penduduk Tua
Menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.
Bentuk Piramida Penduduk Tua
Pria                                                         Wanita







Rasio Ketergantungan (Dependency of ratio)
Adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Bisa dinyakatak dalam persan (%)
(Source Ilmu Sosial Dasar: Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje, MKDU ILMU SOSIAL DASAR, Jakarta, 1996)


  




Kebudayaan Dan Kepribadian


Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan diIndonesia
Zaman Batu Tua
            Alat-alat pada zaman batu tua, baik bentuk atatupun permukaan peralaatan masih kasar,misalnya kapak genggam. bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Kapak-kapak tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan. Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena perkembangannya munculah Bahasa melayu

Ciri-ciri Zaman Batu Tua:
1.Menetap pada suatu goa.
2.membentuk kelompok atau suku
Zaman batu muda
            Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/meleburkan logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karna itulah mereka mampu membuat senajat untuk berburu dan mempertahankan diri.
            Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
Ciri-ciri Zaman Batu Muda:
1.mulai menetap dan membuat rumah,
2.membentuk kelompok masyarakat desa,
3.bertani
4.berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan diIndonesia
            Indonesia ssebagai daerah yang dilalui jalur perdagangan memungkinkan bagi para pedagang India untuk sungguh tinggal di kota pelabuhan-pelabuhan di Indonesia guna menunggu musim yang baik. Mereka pun melakukan interaksi dengan penduduk setempat di luar hubungan dagang. Masuknya pengaruh budaya dan agama Hindu-Budha di Indonesia dapat dibedakan atas 3 periode sebagai berikut.
1.      Periode Awal (Abad V-XI M)
Pada periode ini, unsur Hindu-Budha lebih kuat dan lebih terasa serta menonjol sedang unsur/ ciri-ciri kebudayaan Indonesia terdesak. Terlihat dengan banyak ditemukannya patung-patung dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan Budha di kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara dan Mataram Kuno.
2.      Periode Tengah (Abad XI-XVI M)
Pada periode ini unsur Hindu-Budha dan Indonesia Hal tersebut disebabkan karena unsur Hindu-Budha melemah sedangkan unsur Indonesia kembali menonjol sehingga keberadaan ini menyebabkan munculnya sinkretisme (perpaduan dua atau lebih aliran). Hal ini terlihat pada peninggalan zaman kerajaaan Jawa Timur seperti Singasari, Kediri, dan Majapahit. Di Jawa Timur lahir aliran Tantrayana yaitu suatu aliran religi yang merupakan sinkretisme antara kepercayaan Indonesia asli dengan agama Hindu-Budha.
3.       Periode Akhir (Abad XVI-sekarang)
Pada periode ini, unsur Indonesia lebih kuat dibandingkan dengan periode sebelumnya, sedangkan unsur Hindu-Budha semakin surut karena perkembangan politik ekonomi di India. Di Bali kita dapat melihat bahwa Candi yang menjadi pura tidak hanya untuk memuja dewa. Roh nenek moyang dalam bentuk Meru Sang Hyang Widhi Wasa dalam agama Hindu sebagai manifestasi Ketuhanan Yang Maha Esa. Upacara Ngaben sebagai objek pariwisata dan sastra lebih banyak yang berasal dari Bali bukan lagi dari India.

Masuknya budaya Hindu-Budha di Indonesia menyebabkan munculnya Akulturasi. Akulturasi merupakan perpaduan 2 budaya dimana kedua unsur kebudayaan bertemu dapat hidup berdampingan dan saling mengisi serta tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut.
            Pengaruh kebudayaan Hindu hanya bersifat melengkapi kebudayaan yang telah ada di Indonesia. Perpaduan budaya Hindu-Budha melahirkan akulturasi yang masih terpelihara sampai sekarang. Akulturasi tersebut merupakan hasil dari proses pengolahan kebudayaan asing sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Hasil akulturasi tersebut tampak pada.
a.        Bidang Sosial
 Setelah masuknya agama Hindu terjadi perubahan dalam tatanan sosial masyarakat Indonesia. Hal ini tampak dengan dikenalnya pembagian masyarakat atas kasta.
b.       Ekonomi
Dalam ekonomi tidak begitu besar pengaruhnya pada masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah mengenal pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia.
c.       Sistem Pemerintahan
pengaruh Hindu-Budha masuk maka berdiri Kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang berkuasa secara turun-temurun. Raja dianggap sebagai keturuanan dari dewa yang memiliki kekuatan, dihormati, dan dipuja. Sehingga memperkuat kedudukannya untuk memerintah wilayah kerajaan secara turun temurun.
d.       Bidang Pendidikan
Masuknya Hindu-Budha juga mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan. Sebab sebelumnya masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan. Namun dengan masuknya Hindu-Budha, sebagian masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis, contoh Bahasa dan huruf, yaitu (Sansekerta dan pallawa)
e.        Kepercayaan
Masuknya agama Hindu-Budha mendorong masyarakat Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha walaupun tidak meninggalkan kepercayaan asli seperti pemujaan terhadap arwah nenek moyang dan dewa-dewa alam. 
f.        Seni dan Budaya
 Pengaruh kesenian India terhadap kesenian Indonesia terlihat jelas pada bidang-bidang dibawah ini:
                                                              i.      Seni Bangunan
                                                            ii.      Seni Rupa
                                                          iii.      Patung
                                                          iv.      Relief
Bersamaan dengan masuk dan berkembangnya agama Islam, berkembang pula kebudayaan Islam di Indonesia. Unsur kebudayaan Islam itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan Indonesia tanpa menghilangkan kepribadian Indonesia, sehingga lahirlah kebudayaan baru yang merupakan akulturasi kebudayaan Indonesia dan Islam. Akulturasi kebudayaan Indonesia dan Islam itu juga mencakup unsur kebudayaan Hindu-Budha. Perpaduan kebudayaan Indonesia dan Islam, antara lain dapat dilihat sebagai berikut:
Seni Bangunan. Misalnya bangunan makam. Makam sebagai hasil kebudayaan zaman Islam mempunyai ciri-ciri perpaduan antara unsur budaya Islam dan unsur budaya sebelumnya, seperti berikut ini;
1.      Fisik Bangunan. Pada makam Islam sering kita jumpai bangunan kijing atau jirat (bangunan makam yang terbuat dari tembok batu bata) yang kadang-kadang disertai bangunan rumah (cungkup) di atasnya.
2.      Tata Upacara Pemakaman. Pada tata cara upacara pemakaman terlihat jelas dalam bentuk upacara dan selamatan sesudah acara pemakaman.
3.      Penempatan Makam. Dalam penempatan makampun terjadi akulturasi antara kebudayaan lokal, Hindu-Budha dan Islam. Misalnya, makam terletak di tempat yang lebih tinggi dan dekat dengan masjid.

·         Bangunan Masjid. Bangunan masjid merupakan salah satu wujud budaya Islam yang berfungsi sebagai tempat ibadah. Dalam sejarah Islam, masjid memiliki perkembangan yang beragam sesuai dengan daerah tempat berkembangnya. Di Indonesia, masjid mempunyai bentuk khusus yang merupakan perpaduan budaya Islam dengan budaya setempat. Perpaduan budaya pada bangunan masjid terlihat pada;

1.      Bentuk Bangunan. Bentuk masjid di Indonesia, terutama di pulau Jawa, bentuknya seperti pendopo (balai atau ruang besar tempat rapat) dengan komposisi ruang yang berbentuk persegi dan beratap tumpang.
2.      Menara. Menara merupakan bangunan kelengkapan masjid yang dibangun menjulang tinggi dan berfungsi sebagai tempat menyerukan azan
3.      Letak Bangunan. Dalam ajaran Islam, letak bangunanmasjid tidak diatur secara khusus. Namun, di Indonesia, penempatan masjid khususnya masjid agung, diatur sedemikian rupa sesuai dengan komposisi mocopat (yaitu masjid ditempatkan di sebelah barat alun-alun),

·         Seni Rupa. seni rupa yang berkembang pada awal penyebaran agama Islam di Indonesia adalah seni kaligrafi. Kaligrafi tersebut biasanya digunakan untuk menghias bangunan makam atau masjid.


·         Aksara kebudayaan Indonesia dan Islam dalam hal aksara diwujudkan dengan berkembangnya tulisan Arab Melayu di Indonesia, yaitu tulisan Arab yang dipakai untuk menulis dalam bahasa Melayu.

·         Seni Sastra Kesasastraan pada zaman Islam banyak berkembang di daerah sekitar selat Malaka (daerah Melayu) dan Jawa. Pengaruh yang kuat dalam karya sastra pada zaman Islam berasal dari Persia. 

Wujud akulturasi antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Islam tersebut, antara lain sebagai berikut:

·         Sistem Pemerintahan
Masuknya pengaruh Islam mengakibatkan perubahan struktur pemerintahan dalam penyebutan raja. Raja tidak lagi dipanggil maharaja, tetapi diganti dengan julukan sultan atau sunan (susuhunan), panembahan, dan maulana. Pada umumnya nama raja pun disesuaikan dengan nama Islam (Arab).


·         Sistem Kalender
Wujud akulturasi budaya Indonesia dan Islam dalam sistem kalender dapat dilihat dengan berkembagnnya sistem kalender Jawa atau Tarikh Jawa. Sistem kalender tersebut diciptakan oleh Sultan Agung dari Mataram pada tahun 1043 H atau 1643 M. Sebelum masuknya budaya Islam, masyarakat Jawa telah menggunakan kalender Saka yang dimulai tahun 78 M.

·         Filsafat
Tasawuf adalah ilmu yang mempelajari tentang orang-orang yang langsung mencari Tuhan karena terdorong oleh cinta dan rindu terhadap Tuhan.
Tarekat adalah jalan atau cara yang ditempuh oleh kaum sufi untuk mendekatkan dirinya kepada Allah.


KEBUDAYAAN BARAT

Budaya Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban Barat atau peradaban Eropa), mengacu pada budaya yang berasal Eropa.
Istilah “budaya Barat” digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan norma-norma sosialnilai-nilai etikaadat istiadat, keyakinan agamasistem politik,artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
·         Pengaruh budaya Klasik dan Renaisans YunaniRomawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dariperiode migrasi dan warisan budaya KeltikJermanikRomanikSlavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi Helenistikskolastisismehumanismerevolusi ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pulapemikiran politikargumen rasional umum yang mendukung kebebasan berpikirhak asasi manusiakesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
·         Pengaruh budaya AlkitabKristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi etika atau moral, selama masa Pasca Klasik.
·         Pengaruh budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme.
Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastrasainspolitik, serta prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon Barat.[1] Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat.Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.[2][3]
Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur ataubudaya tandingan penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.

Dampak positif yang dapat kita ambil dari kebudayaan barat misalnya:
a)      Kemajuan teknologi mereka (orang-orang barat) yang sudah semakin maju dapat membantu kita memudahkan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dengan bantuan alat-alat elektronik canggih yang mereka ciptakan.
b)        Dalam bidang politik, Negara barat cenderung  menggunakan system demokrasi.  Hal itu menginspirasikan pemerintahan Negara kita untuk mengunakan sitem pemerintahan yang terbuka dan demokratis.
c)       Dalam bidang sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir mereka yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa barat yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa.

Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari kebudayaan barat diantaranya:
a)      Generasi muda sekarang lebih suka meniru gaya orang-orang barat, misalnya trend mode berbusana. Anak muda zaman sekarang lebih suka menggunakan barang-barang eksport dan berbusana yang minim-minim sehingga menyebabkan kurangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri.
b)      Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
c)       Pergaulan masyarakat barat yang bebas mulai memengaruhi budaya Indonesia yang sebelumya lebih beradab. 




source:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian, Tujuan, Perbedaan, Persamaan ISD Dan IPS Dan Ruang Lingkup ISD

Diblog pertama saya, saya akan menulis pengertian, tujuan, pengkelompokan ilmu pengetahuan, perbedaan dan persamaan ISD dan IPS, dan ruang lingkup ISD tersebut. Dari materi materi diatas mari kita bahas satu satu, apa si pengertian dari ISD dan IPS? Dan apa saja perbedaan dan persamaan ISD dan IPS? Mungkin ini pertanyaan awal yang muncul ketika kita belajar di ISD di perguruan tinggi, oke disini saya akan membahas satu persatu. Pengertian dari ISD(Ilmu Sosial Dasar) itu sendiri adalah pembelajaran yang membahas tentang masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. Di harapkan memberikan pengetahuan dan mempelajari masalah sosial masyarakat, dan pembelajaran ilmu sosial dasar guna mengkaji gejala gejala sosial agar daya pikir, penalaran, dan kritis dalam menghadapi masalah sosial di lingkungannya. Dan ada juga tujuan dari ilmu sosial dasar adalah 1.        peka terhadap masalah masalah sosial dan ikut melerai/menanggulangi masalah sosial. 2. ...

Navigation Web e-commerce

Web dapat mempenagruhi suatu perilaku manusia

Web Dan Perilaku manusia: A. Web dan Perilaku Sosial adalah salah bentuk perkembangan teknologi yang sangat pesat,dan dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam segi sosial, contohnya ketika seseorang berbelanja dengan halaman web situs belanja online atau dapat juga menyebarkan berita berita hoaks yang memicu keributan atau peristiwa peristiwa yang terjadi di dunia. B.Web merefleksikan & mempengaruhi perilaku sosia l adalah salah satu perkembangan teknologi yang berpenagruh besar dengan     majunya teknologi, sudah tidak di pungkirin lagi web juga bisa mempengaruhi perilaku sosial, salah satunya dalam mencari sebuah informasi atau ilmu pengetahuan yang belum di ketahui banyak orang sehingga orang dapat menemukan sebuah informasi begitu cepat, sehingga berita-berita fakta maupun hoaks pun dapat tersebar dengan cepat, sebagai manusai kita harus pandai pandai memilih berita dengan baik.