1. PERTUMBUHAN
INDIVIDU
1.1
PENGERTIAN INDIVIDU
“Individu” berasal
dari kata latin, “individuum” artinya “yang tidak terbagi”.
Jadi Individu merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan kesatuan
yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, Individu menekankan
penyelidikan pada kenyataan-kenyataan hidup istimewa yang tak seberapa
mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu
bukan berarti manusia sebagai suatu kesatuan melainkan manusia sebagai makhluk
hidup yang dihitung dalam “perseorangan”. Oleh karena itulah, sifat satu
individu dengan yang lainnya berbeda meskipun mereka tinggal dalam satu
lingkungan yang sama. Sejenis tetapi tidaklah sama, pola pikir dan sifat
memiliki cirinya tersendiri. Karena diferensiasi itulah, Individu
memiliki keuntungan dalam mengetahui sejumlah wawasan seperti bahasa, agama,
adat istiadat, hukum, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Berdasarkah hal tersebut
maka diperolehlah kesimpulan bahwa Individu adalah seorang manusia yang tidak
hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga
memiliki pola dan tingkah laku spesifik dan lainnya.
1.2
PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Secara
generalisasi, pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran, volume dan massa
yang bersifat irreversible (tidak dapat dibalik) karena adanya pembesaran sel dan
pertambahan jumblah sel akibat adanya proses pembelahan sel. Pertumbuhan dapat
dinyatakan secara kuantitatif karena pertumbuhan dapat diketahui dengan cara
melihat perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang bersangkutan.
Perubahan dalam proses pertumbuhan biasanya disebut dengan istilah protes. Menurut pengertian ahli aliran asosiasi, Pertumbuhan adalah suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman empiris luar maupun panca indera yang menimbulkan sensations atau pengalaman melalui keadaan mentar sendiri yang menimbulkan reflection. Sedangkan menurut pendapat ahli psikologis Gestalt, Pertumbuhan adalah suatu proses differensiasi yaitu terjadinya pertumbuhan pada seseorang secara perlahan dengan mengenal sesuatu secara keseluruhan barulah kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Perubahan dalam proses pertumbuhan biasanya disebut dengan istilah protes. Menurut pengertian ahli aliran asosiasi, Pertumbuhan adalah suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman empiris luar maupun panca indera yang menimbulkan sensations atau pengalaman melalui keadaan mentar sendiri yang menimbulkan reflection. Sedangkan menurut pendapat ahli psikologis Gestalt, Pertumbuhan adalah suatu proses differensiasi yaitu terjadinya pertumbuhan pada seseorang secara perlahan dengan mengenal sesuatu secara keseluruhan barulah kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
1.3
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Pada garis
besarnya, perumbuhan itu terbagi menjadi tiga aliran yaitu;
1. Pendirian
Nativistik, Menurut pendapat ahli mengenai aliran ini, Pertumbuhan individu itu
semata-mata ditentukan oleh faktor yang dibawa sejak lahir. Mereka berpendapat
bahwa jika orang tua seorang anak memiliki bakat tertentu, misalnya penyanyi
atau pelukis, maka bakat yang dimiliki orang tua itu bisa saja menurun dan
diwariskan pada anaknya. Sehingga anak tersebut memiliki suatu kemiripan
dengan figure orang tua kandungnya. Namun sampai saat ini
masih diragukan apakah kesamaan yang dimiliki anak dan orang tuanya ini berasal
dari pembawaan sejak lahir ataukah karena ditopang berbagai fasilitas yang
menuntunnya melalui jalan yang sama seperti orang tuanya.
2
Pendirian Empiristik dan Enviromentalistik,Teori ini adalah
kebalikan dari Nativistik. Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu itu
berasal dari lingkungannya bukan pada dasar yang terpendam di dalam diri sejatinya.Jadi, pada dasarnya, pendirian ini menolak pada
dasar yang ada di dalam diri Individu dan lebih menekankan pada lingkungan
dimana Individu itu berada. Pendirian macam ini biasa disebut
Enviromentalistik. Menurut paham ini, di dalam pertumbuhan Individu baik dasar
maupun lingkungan sama-sama memegang pemeranan yang sangat penting dimana bakat
dan dasar yang dimiliki individu itu haruslah dapat diserasikan dengan
lingkungannya. Misalnya, seorang anak yang tumbuh di lingkungan masyarakat
normal suatu saat juga akan menjadi bagian dari masyarakat tersebut ketika
dewasa nanti sedangkan seorang anak yang hidup terlantar di dalam hutan dan
diasuh oleh komplotan serigala kelak ketika dewasa nanti akan bertingkah laku
layaknya serigala, ia meniru apa yang diberikan lingkungan kepadanya.
3
Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme, Konsepsi
konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang
menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan
pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan
oleh dasar (bakat) dan lingkungan.
1.4
Tahapan Pertumbuhan Individu
Berdasar Psikologi
1. Masa Vital (0 – 2), yaitu masa seorang
Individu untuk mempelajari berbagai hal yang ada di dunianya karena pada masa
itu ia baru dilahirkan ke dunia.
2. Masa Estetik (2 –
7), yaitu masa seorang Individu mempelajari panca indera yang dimilikinya.
3. Masa Intelektual (7
– 14), yaitu masa seorang Individu dalam mempelajari suatu hal yang dianggap
baik atau buruk dimana hal tersebut akan mempengaruhi pembentukan karakter yang
ia miliki di masa depan yang akan datang.
4. Masa Sosial (14 –
21), yaitu masa dimana seorang Individu sudah dapat menguji dirinya sendiri
lebih lanjut dalam kehidupan serta menghasilkan suatu keterampilan dan
kemampuan untuk membuat pendirian hidup.
2.
FUNGSI – FUNGSI KELUARGA
2.1
PENGERTIAN KELUARGA
fungsi keluarga adalah ukuran dari bagaimana sebuah keluarga
beroperasi sebagai unit dan bagaimana anggota keluarga berinteraksi satu sama
lain. Hal ini mencerminkan gaya pengasuhan, konflik keluarga, dan kualitas
hubungan keluarga. Fungsi keluarga mempengaruhi kapasitas kesehatan dan
kesejahteraan seluruh anggota keluarga (Families, 2010).
2.2
MACAM – MACAM FUNGSI KELUARGA
1.
Fungsi Biologis, yaitu fungsi
Keluarga dalam melakukan tugas utamanya untuk meneruskan keturunannya.
2. Fungsi
Pemeliharaan, yaitu fungsi Keluarga untuk melindungi setiap bagian anggota keluarganya
dari gangguan – gangguan dengan cara menyediakan rumah sebagai tempat bernaung,
memberikan layanan kesehatan ketika salah satu anggotanya sakit dan memberikan
keamanan dari segala bahaya yang mengancam.
3. Fungsi
Ekonomi, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemenuh kebutuhan setiap anggotanya.
Misalnya seperti seorang kepala keluarga yang mencari nafka untuk mencukupi
kebutuhan keluarganya setiap hari.
4. Fungsi
Keagamaan, yaitu fungsi Keluarga sebagai media untuk mengenalkan/menanamkan
nilai-nilai atau unsur keagamaan kepada anggotanya. Misalnya dengan menanamkan
keyakinan umat manusia akan adanya Tuhan serta jalan hidup di dunia ini maupun
di akhirat kelak.
5. Fungsi
Sosial, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemersiap masa depan anaknya jika kelak
suatu saat nanti terjun ke dalam dunia masyarakat dan lingkungannya.
6. Sedangkan dalam
Buku Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, beliau berpendapat bahwa
fungsi – fungsi dari sebuah Keluarga meliputi hal – hal seperti berikut;
7. Pembentukan
Kepribadian, yaitu fungsi keluarga sebagai peletak dasar kepribadian anak – anaknya
dengan tujuan untuk memproduksi atau melestarikan kepribadian mereka pada anak
dan cucunya.
8. Alat Reproduksi, Erat
kaitannya dengan fungsi pertama, Keluarga dalam hal ini berfungsi sebagai alat
reproduksi kepribadian – kepribadian yang pada dasarnya berakar dari etika,
estetika, moral dan kebudayaan yang berkolerasi fungsional dengan sebuah
struktur dalam masyarakat tertentu.
9. Eksponen Dalam
Kebudayaan, adalah peran
penting Keluarga sebagai transmisi kebudayaan kepada keturunannya.
10. Lembaga
Ekonomi, Dalam lembaga masyarakat biasanya tertdapat sistem kekeluargaan yang
sangat luas. Sistem kekeluargaan yang saling terjalin inilah yang dapat
mempengaruhi dan menguasai bidang perekonomian masing-masing keluarga tersebut
yang menjadi anggota di dalamnya.
11. Pusat Pengasuhan
dan Pendidikan, Fungsi Keluarga sebagai lembaga pendidikan kepada anaknya dimana mereka
memberikan wawasan terhadap keturunannya tersebut dengan caranya tersendiri.
Misalnya seorang anak lelaki akan mendapatkan pelatihan dari Ayahnya sebelum ia
bisa terjun dan menjadi anggota masyarakat begitu pula sebaliknya dimana anak
perempuan mendapat pengajaran dari Ibunya.
3.
MASYARAKAT
3.1
DEFINISI MASYARAKAT DAN PENDAPAT PARA AHLI
Masyarakat adalah
sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap
dan mempunyai kepentingan yang sama.
Sedangkan menurut
para ahli, masyarakat adalah;
1. Selo Sumarjan
(1974), masyarakatadalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan
kebudayaan.
2. Koentjaraningrat
(1994), masyarakatadalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu
sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh
suatu rasa identitas yang sama.
3. Ralph Linton (1968), masyarakatadalah
setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif
lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka
menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
4. Karl Marx,masyarakat adalah
suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat
adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3.2 PENGGOLONGAN MASYARAKAT
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, Masyarakat dibedakan menjadi dua
golongan yaitu Masyarakat sederhana dan Masyarakat maju (modern).
4. Masyarakat
Sederhana, Kelompok masyarakat yang hidup dalam lingkungan sederhana dan cenderung
pembagian pekerjaannya dibedakan menurut jenis kelamin anggotanya.
5. Masyarakat Maju, Kelompok yang
memiliki banyak organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang
berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang hendak dicapainya. Dalam
lingkungannya, Masyarakat maju dapat dibedakan menjadi dua yaitu Masyarakat
Non-Industri dan Masyarakat Industri sebagai berikut;
6. Masyarakat
Non-Industri, Secara garis besar, kelompoknasional atau organisasi kemasyarakatan non
industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary
group) dan kelompok sekunder (secondary group)
7. Kelompok
Primer, Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif,
lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to
face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka,
karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksidalam
kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta
menjalankan tugas idak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran,
tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara
sukarela.
8. Kelompok
Sekunder, Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung,
formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena
itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar
pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif. Para anggota menerima pembagian
kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut
dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan
tertentu yang telah dif lot dalam program-program yang telah disepakati.
9. Masyarakat
Industri, Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas
masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling
ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal
pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau
kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan
kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada
batas-batas tertentu.
4. Makna
Induvidu, Keluarga, Masyarakat
4.1 Makna Individu
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk
individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat
dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai
makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga,
melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi(individu)
yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta
kelemahan-kelemahannya.
4.2 Makna Keluarga
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang
paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang
terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit
banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.
Disini kita sebutkan 5 macam sifat terpenting, yaitu :
1. Hubungan suami-isteri
2. Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara
3. Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan
4. Milik atau harga benda keluarga
5. Pada umumnya keluarga itu tempat bersama
Disini kita sebutkan 5 macam sifat terpenting, yaitu :
1. Hubungan suami-isteri
2. Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara
3. Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan
4. Milik atau harga benda keluarga
5. Pada umumnya keluarga itu tempat bersama
4.3 Makna Masyarakat
Seperti halnya dengan definisi sosiologi yang banyak jumlahnya kita
dapati pula definisi-definisi tentang masyarakat yang juga tidak sedikit.
Mengenai arti masyarakat ini, baiklah di sini kita kemukakan beberapa definisi
mengenai masyarakat itu, seperti misalnya :
1.
R. Linton : Setiap kelompok manusia yang telah cukup
lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu
mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas
tertentu
2.
M.J Herskovist : Kelompok individu yang
diorganisasikan
dan mengikuti satu cara hidup tertentu
3.
J.L Gillin dan J.P Gillin : kelompok manusia yang
terbesar
dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan
perasaan persatuan yang sama
4.
S.R Steinmetz : Kelompok manusia yang terbesar yang
meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang
lebih kecil, yang mempunyai hubungan yang erat dan teratur
5.
Hasan Shadily : Golongan besar atau kecil dari
beberapa
manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai
pengaruh kebatinan satu sama lain.
Kelompok
manusia yang dimaksud di atas yang belum terorganisasikan mengalami proses
fundamental, yaitu :
1. Adaptasi
dan organisasi dari tingkah laku para anggota Timbul
perasaan berkelompok secara lambat laun atau lesprit de corps Proses ini
biasanya bekerja tanpa disadari dan diikuti oleh semua anggota kelompok dalam
suasana trial dan error.
2. Harus
ada pengumpulan manusia, dan harus banyak. Bukan pengumpulan binatang
3. Telah
bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu
4. Adanya
aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan
dan tujuan bersama
Menurut
Ellwood, faktor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama, adalah :
a. Dorongan untuk mencari makan
b. Dorongan untuk mempertahankan diri
c. Dorongan untuk melangsungkan jenis
a. Dorongan untuk mencari makan
b. Dorongan untuk mempertahankan diri
c. Dorongan untuk melangsungkan jenis
Jadi
masyarakat itu dibentuk oleh individu-individu yang beradab dalam keadaan sadar.
Individu-individu yang hilang ingatan, individu-individu yang fikirannya rusak,
individu-individu type bertapa tidak dapat menjadi anggota masyarakat yang
permanen, melainkan hanyalah kepada mereka yang benar-benar saling mengikatkan
dirinya dengan individu-individu lainnya
5. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT.
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan
antara jiwa dan raganya dalam prosesnya untuk bisa berkembang ia memerlukan
keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohani. Sebagai makhluk yang
sosial, seorang individu tidak dapat berdiri sendiri dan saling membutuhkan
antara dirinya sendiri dengan individu lainnya untuk mengadakan hubungan
sosialisasi di tengah – tengah masyarakat.
Keluarga yang
memiliki berbagai fungsi yang dijalankannya merupakan perwujudan dari suatu
wahana/wadah dimana seorang Individu mengalami proses bersosialisai untuk yang
pertama kalinya juga memiliki peranan yang begitu penting bagi Individu
tersebut karena dari keluargalah seorang Individu itu ditempa karakternya untuk
bisa menjadi bagian dari masyarakat luas ketika dewasa nanti.
Sebagai bagian yang
tak dapat dipisahkan dari masyarakat, Keluarga juga memiliki kolerasi
fungsional dengan masyarakat tertentu. Itulah sebabnya mengapa proses
pengembangan Individu menjadi seseorang yang berwatak dan memiliki kepribadian
seharusnya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga
seorang Individu menjadi seseorang yang dewasa dan mampu mengendalikan dirinya
sendiri juga melakukan sosialisasi di dalam masyarakat yang ada di
lingkungannya.
Masyarkat adalah
kelompok manusia yang saling berinteraksi dan memiliki keterikatan untuk
mencapai suatu tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat dimana seorang Individu
mampu melihat dengan jelas proyeksi pengembangan itu. Jika keluarga adalah
tempat dimana awal proses bermula, maka dalam masyarakatlah individu akan di
uji coba untuk mengembangkan apa yang telah ia dapatkan dari keluarganya untuk
diterapkan ketika menjadi bagian dari masyarakat.
Seorang individu
yang berada dalam masyarakat tertentu berarti dirinya telah berada dalam suatu
konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi
jelas dan bermakna, karena disinilah Individu itu akan terlibat secara langsung
dan menjadi perwujudan anggota masyarakat.
6. Urbanisasi
6.1 Pengertian urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk
dari desa ke kota.
Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran
penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai
permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota
yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan,
fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain
sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan
keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan
6.2 Proses terjadinya urbanisasi
6.2.1 Faktor Penarik
Terjadinya Urbanisasi
1.
Kehidupan kota yang lebih modern
2.
Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3.
Banyak lapangan pekerjaan di kota
4.
Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
6.2.2 Faktor
Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1.
Lahan pertanian semakin sempit
2.
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3.
Menganggur karena tidak banyak lapangan
pekerjaan di desa
4.
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5.
Diusir dari desa asal
6.
Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
6.2.3 Keuntungan Urbanisasi
1.
Memoderenisasikan warga desa
2.
Menambah pengetahuan warga desa
3.
Menjalin kerja sama yang baik antarwarga
suatu daerah
4.
Mengimbangi masyarakat kota dengan
masyarakat desa
6.2.4 Akibat urbanisasi]
1.
Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman
baru dipinggiran kota
2.
Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang
yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
3.
Masalah perumahan yg sempit dan tidak
memenuhi persyaratan kesehatan
4.
Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan
kerawanan sosial dan kriminal
Sumber:
Komentar
Posting Komentar